Makna Aqiqah Secara Bahasa dan Istilah Syar'i

Secara etimologi (bahasa), kata aqiqah (عقيقة) berasal dari kata al-'aqqu yang berarti memotong atau membelah. Dalam konteks syariat Islam, aqiqah diartikan sebagai penyembelihan hewan ternak (kambing atau domba) sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah ﷻ atas kelahiran seorang anak, yang dibarengi dengan pemotongan atau pencukuran rambut kepala bayi.


Dasar Hukum Ibadah Aqiqah

Mayoritas jumhur ulama dari kalangan mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali bersepakat bahwa hukum aqiqah adalah Sunnah Muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan pelaksanaannya) bagi orang tua yang memiliki kelapangan rezeki.

Dasar hukum pensyariatan aqiqah bersumber dari hadits-hadits shahih Rasulullah ﷺ, antara lain sabda beliau:

"Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya; disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama."
— (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, Ibnu Majah, dishahihkan Al-Albani)

Makna "Anak Tergadai dengan Aqiqahnya"

Para ulama memberikan beberapa penafsiran mendalam mengenai hadits tersebut:

  1. Syafa'at Anak untuk Orang Tuanya: Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berpendapat bahwa jika seorang anak meninggal dunia sebelum baligh dalam keadaan belum diaqiqahi oleh orang tuanya, anak tersebut tidak dapat memberikan syafa'at pembelaan kepada kedua orang tuanya di hari kiamat kelak.
  2. Pelepas Ikatan Setan: Sebagian ulama menjelaskan bahwa aqiqah menjadi sarana perlindungan bagi bayi yang baru lahir dari godaan dan gangguan setan sejak masa kecilnya.
  3. Penebus Keselamatan Fisik dan Jiwa: Penyembelihan hewan aqiqah menjadi tebusan jiwa (fida') sebagaimana Nabi Ibrahim AS menebus putranya Nabi Ismail AS dengan sembelihan kibasy yang besar.

Kapan Waktu Terbaik Pelaksanaan Aqiqah?

Berdasarkan hadits shahih, waktu yang paling utama (afdhol) adalah pada hari ke-7 setelah hari kelahiran bayi (hari kelahiran dihitung sebagai hari ke-1 jika lahir sebelum maghrib).

Namun, jika pada hari ke-7 orang tua belum memiliki kemampuan finansial atau kondisi ibu dan bayi belum memungkinkan, para ulama membolehkan pelaksanaannya pada hari ke-14, hari ke-21, atau kapan saja orang tua telah memiliki kelapangan rezeki sebelum anak tersebut mencapai usia baligh.


Menghidupkan Sunnah Tanpa Rasa Repot

Dahulu, mengurus aqiqah sering kali menyita waktu dan tenaga keluarga: mencari hewan ke pasar, mencari tukang jagal, menguliti, mencincang daging, hingga memasak di dapur seharian di tengah kondisi ibu yang masih memulihkan stamina nifas.

Hadirnya Aqiqah Lathiif Bandung adalah ikhtiar untuk memudahkan keluarga muslim menjalankan sunnah mulia ini secara sempurna: kambing sesuai kriteria syar'i, pemotongan bersertifikat, masakan lezat tanpa aroma prengus, dikemas elegan, dan diantar tepat waktu sampai ke depan pintu rumah Anda.